You are reading :
you're reading...
IPA

KESEIMBANGAN EKOSISTEM

Sekarang ini, banyak pohon-pohon di hutan banyak yang ditebangi, kemudian lahannya digunakan untuk berbagai keperluan manusia. Bahkan, penebangan hutan sering tidak terkendali. Akibatnya, banyak lahan yang menjadi gundul. Apa pengaruhnya bagi ekosistem hutan?

Lingkungan terdiri atas makhluk hidup dan benda tak hidup. Dalam suatu lingkungan terjadi hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dan benda tak hidup. Hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekosistem. Apabila salah satu komponen terusik, keseimbangan ekosistem akan terganggu. Kegiatan apa sajakah yang memengaruhi keseimbangan ekosistem?

1.   Penebangan Hutan secara Liar    

Hutan adalah hamparan lahan yang banyak ditumbuhi pepohonan. Hutan merupakan sumber daya alam hayati yang memiliki banyak manfaat. Hutan menyediakan tempat hidup bagi hewan dan tumbuhan. Hutan mampu menahan air hujan sehingga sumber air selalu tersedia. Berbagai jenis tumbuhan berkayu juga banyak terdapat di hutan.

Manusia sering memanfaatkan sumber daya hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka menebang pohon di hutan untuk diambil kayunya. Selain itu, manusia menebangi pohon untuk lahan pertanian atau permukiman. Namun, penebangan hutan seringkali tidak terkendali. Manusia hanya memikirkan semua kebutuhan yang mereka perlukan tanpa memedulikan alam.

Hutan yang ditebangi secara liar mengakibatkan tanah menjadi gundul. Tidak ada tumbuhan yang menutupi permukaan tanah. Ketika hujan turun, air tidak dapat diserap oleh akar tumbuhan. Akibatnya, air mengalir deras dan menghanyutkan permukaan tanah bagian atas. Kalian tentu tahu, bahwa permukaan atas tanah mengandung humus. Bila humus tersapu oleh air hujan, tanah menjadi tidak subur. Kehidupan organisme tanah juga terganggu. Selain itu, hutan yang gundul dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Air hujan tidak dapat ditahan oleh tanah karena tidak adanya akar tumbuhan. Air mengalir deras dan mengakibatkan banjir. Air hujan yang jatuh di lahan gundul dan miring juga dapat melongsorkan tanah.

Hewan yang hidup di hutan juga ikut terganggu. Mereka kehilangan tempat tinggal dan tempat mencari makan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang mati saat hutan ditebangi. Hewan yang kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan mulai mencari tempat baru. Sasaran mereka adalah permukiman penduduk. Kalian tentu pernah mendengar, ada hewan ternak yang dimangsa binatang buas. Hewanhewan di hutan yang kehilangan tempat tinggal mulai merambah permukiman penduduk untuk mencari makan. Tentu saja hal ini sangat meresahkan penduduk desa.

2.   Penggunaan Bahan Kimia

Pada zaman sekarang, bidang pertanian banyak menggunakan bahan-bahan kimia seperti pestisida untuk memberantas hama serangga. Pemakaian pestisida yang tidak tepat akan mengakibatkan serangga kebal terhadap pestisida tertentu. Hama serangga yang kebal terhadap pestisida akan cepat berkembang biak. Akibatnya, populasi serangga tersebut akan merusak tumbuhan yang sedang dibudidayakan manusia.

Pemakaian pestisida secara berlebihan selain dapat membasmi serangga perusak juga dapat membasmi hewan lain yang bukan perusak. Bahan kimia tersebut juga dapat menyebabkan pencemaran air dan tanah. Bahan kimia mudah larut dalam air yang digunakan petani untuk mengairi sawah. Hal ini dapat mengakibatkan air sawah tercemar karena bercampur dengan bahan kimia. Air sawah yang telah tercemar akan masuk ke lingkungan perairan sehingga membahayakan makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya.

Kesehatan manusia dapat terganggu karena air yang dimanfaatkan mengandung racun. Bahan kimia yang telah mencemari tanah dapat membuat tanah menjadi tidak subur. Tumbuhan yang hidup di atasnya akhirnya mati. Selain itu, hewan yang hidup di perairan maupun di dekat perairan dapat mati karena keracunan. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati saat menggunakan bahan kimia.

3.   Pembuangan Limbah Rumah Tangga dan Limbah Industri

Setiap hari ada saja sampah rumah tangga yang kita buang. Seharusnya kita membuang sampah di tempat pembuangan sampah. Namun, kebanyakan masyarakat membuang sampah ke sungai. Kegiatan ini dapat mengakibatkan pencemaran air. Sampah mengandung racun dan bibit penyakit. Akibatnya, penyakit dapat tersebar.

Bibit penyakit dan racun dapat meracuni tumbuhan dan hewan yang hidup di sungai. Selain itu, bahan beracun juga dapat meracuni manusia yang menggunakan air sungai tersebut untuk minum, mandi, dan mencuci. Sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan banjir. Sampah tersebut dapat menghambat aliran air sungai. Akibatnya, air sungai meluap dan terjadilah banjir.

Selain rumah tangga, industri juga dapat menghasilkan limbah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kegiatan di industri akan mengeluarkan sisa-sisa atau buangan berupa asap, limbah padat maupun limbah cair. Asap pabrik dapat menimbulkan pencemaran udara. Udara yang tercemar membahayakan makhluk hidup. Limbah padat maupun cair yang dibuang ke sungai dapat menimbulkan pencemaran air. Air yang tercemar mengandung racun dan membahayakan kehidupan makhluk hidup. Demikian pula terhadap kesuburan tanah. Tanah menjadi tidak subur jika terkena pencemaran. Saat ini, mulai diusahakan adanya penampungan limbah industri yang kemudian didaur ulang. Hasil penampungan ini tidak dibuang ke daerah permukiman penduduk, sehingga tidak membahayakan masyarakat.

Pencemaran lingkungan memberi dampak negatif pada kehidupan manusia. Pencemaran menyebabkan keseimbangan ekosistem terganggu serta memengaruhi aktivitas, kesehatan, dan keselamatan makhluk hidup.

4.   Perusakan Terumbu Karang

Terumbu karang adalah salah satu jenis ekosistem di dalam laut. Ribuan jenis tumbuhan, ikan, dan makhluk hidup laut lainnya hidup di terumbu karang. Satu terumbu karang dapat menjadi tempat hidup bagi 3.000 spesies karang, siput, udang, dan ikan.

Terumbu karang dapat dijumpai di perairan laut tropis. Terumbu karang terbesar adalah Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef ) di Australia, yang memiliki bentang panjang 2.000 kilometer. Pada umumnya, terumbu karang di laut berumur antara 5.000 sampai dengan 10.000 tahun. Tua sekali bukan? Bahkan ada terumbu karang yang lebih tua lagi hingga jutan tahun yang dijumpai dalam keadaan mati.

Namun, keberadaan terumbu karang sekarang ini terancam kepunahan. Adanya pencemaran air memengaruhi keseimbangan ekosistem terumbu karang. Hal ini semakin diperparah karena tindakan nelayan yang menggunakan peledak untuk menangkap ikan, sehingga dapat merusak formasi terumbu karang. Selain itu, jumlah karang semakin berkurang karena banyak diambil untuk dijual sebagai barang cinderamata.

5.  Perburuan Hewan secara Liar

Perburuan binatang banyak dilakukan karena beberapa alasan. Ada yang berburu binatang karena sekadar hobi atau untuk kepentingan ekonomi. Kebanyakan hewan diburu untuk ditangkap kemudian dijual atau diambil daging dan kulitnya. Beberapa binatang langka yang menjadi sasaran para pemburu antara lain paus, harimau, buaya, kijang, badak, dan penyu. Namun, keberadaan terumbu karang sekarang ini terancam kepunahan. Adanya pencemaran air memengaruhi keseimbangan ekosistem terumbu karang. Hal ini semakin diperparah karena tindakan nelayan yang menggunakan peledak untuk menangkap ikan, sehingga dapat merusak formasi terumbu karang. Selain itu, jumlah karang semakin berkurang karena banyak diambil untuk dijual sebagai barang cinderamata. Perburuan hewan secara liar menyebabkan penurunan jumlah hewan tersebut sehingga terancam punah. Hal ini akan memengaruhi siklus rantai makanan yang terjadi di alam. Akibatnya, keseimbangan ekosistem alam akan terganggu.

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 128,042 hits

KALENDER

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

ARSIP

KATEGORI

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: