You are reading :
home

Latest Post

Went to Borobudur Temple

Sebagian anak-anak kelas 6 menyempatkan diri berfoto bersama wisatawan asing di Borobudur

Pada hari Sabtu tanggal 12 Mei 2012, untuk melepaskan penat dan stress Ujian Nasional, Para siswa dan Guru SD Negeri Karanganyar 1 melaksanakan karya wisata ke Jogjakarta. Obyek yang dikunjungi adalah Borobudur, Taman Pintar dan Museum Dirgantara.

Berangkat dari Sekolah pukul 07.00 WIB menggunakan satu armada Bus “EFISIEN Kudus”. Diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Rahayu Umami, S.Pd.I selaku Guru PAI SD Negeri Karanganyar 1. Di sepanjang perjalanan, para siswa bernyanyi, bersenda gurau bersama teman dan guru. Tidak ada lagi jarak antara guru dan siswa. Semua melepas lelah atas Ujian Nasional yang baru saja diikuti.

Tiba di Borobudur pukul 11.30. Rupanya anak-anak sudah tidak sabar untuk segera melihat kemegahan Candi Borobudur yang dulu pernah menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. “Wah, akhirnya kita sampai juga di Borobudur. Ini asli bukan seperti gambar yang biasanya kita lihat di buku pelajaran!” seru salah seorang anak. Ya, banyak dari siswa yang belum pernah melihat secara langsung kemegahan Candi Borobudur.

Setelah dari Borobudur, perjalanan berlanjut ke Taman Pintar. Sempat bingung mencari tempat parkir, akhirnya dengan sangat terpaksa, para guru dan ssiwa harus berjalan menuju ke Taman Pintar dengan jarak 500 meter lebih. Meskipun lelah, tetap saja raut gembira terpancar di wajah anak-anak.

Dari Taman Pintar perjalanan dilanjutlan ke Museum Dirgantara untuk melihat dan mengenang ketangguhan armada udara Tentara Nasional Indonesia pada jaman kemerdekaan.

Puas di Museum Dirgantara, akhirnya perjalan pulang pun dilalui dengan perasaan puas serasa ingin selalu di Jogjakarta. Pada saat perjalanan pulang, para siswa dan guru menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh khas magelang. Rombongan wisata SD Negeri Karanganyar 1 akhirnya sampai di sekolah kembali pukul 00.30 WIB.

Oleh :Ikfina Hilmaya Fatin

Siswa Kelas VI

Baru

  • Hewan yang ada di sekitar kita beraneka ragam. Keanekaragaman hewan meliputi bentuk tubuh, jenis makanan, dan lingkungan tempat tinggalnya. Apakah hewan yang tempat hidupnya di udara dengan di tanah kering memiliki bentuk penyesuaian diri yang sama? Tentu saja tidak. Hewan memiliki ciri-ciri khusus sesuai lingkungan tempat hidupnya. Tahukah kalian mengapa cecak tidak terjatuh saat merayap di dinding rumah? Pernahkah kalian melihat cecak dan tokek? Coba, kalian perhatikan atap rumah atau tembok pada malam hari. Kalian akan melihat beberapa cecak merayap di dinding. Mengapa cecak itu tidak jatuh saat merayap? Cecak memiliki telapak kaki pelekat. Begitu pula dengan tokek. Telapak kaki memiliki bantalan pelekat yang berfungsi untuk menggenggam permukaan benda ketika memanjat. Sisik di bagian telapak kaki membentuk bantalan lebar yang dilengkapi dengan rambut-rambut halus. Telapak kaki tersebut memiliki daya isap yang kuat sehingga cecak dapat menempel di permukaan dinding. Cecak mampu memanjat permukaan yang tegak lurus, seperti dinding dan langit-langit rumah dengan kaki pelekatnya. Cecak mengangkat jari-jari kakinya dari arah depan untuk melepaskan telapak kakinya. Nah, sekarang kalian telah mengetahui mengapa cecak tidak jatuh saat merayap di dinding. Namun, apakah cecak juga dapat merayap pada gelas atau kaca yang licin?
  • Di bawah ini merupakan puisi dalam Bahasa Jawa atau kita sering mengenalnya sebagai Geguritan. Geguritan ini ditulis atau merupakan karya dari Alviani Indra Dwi Cahya, dibacakan pada saat peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di SD Negeri karanganyar 1 tanggal 25 Februari 2012. Geguritan ini berisi harapan untuk pembangunan Mushola di SD Negeri Karanganyar 1 yang memang belum memiliki Mushola sebagai tempat ibadah bagi para siswa dan guru. Gegayuhanku kepingin nduwe Mushola Bedhug lan suara adhan Ngumandhang Gumregah aku, mlayu sipat kuping Ngolek banyu nuli wudhu Tingak tinguk Ngolek panggonan Kanggo nggelar sajadhahku Subkhanallah Piye iki Bingung aku Sajadahku mung bisa tak gelar Ning pojok lawang Sak rampunge sholat Aku nyuwun marang Gusti Ya, Allah Kawula namung gadah celengan kendi Isine mung receh Boten sepiroa Ya, Allah Tak pecahe (pyar) Tak etunge (dijumputi) Entuk piro (49.200) Aku ikhlas , yo mung iki kang tak duweni Mugiyo, celengan iki Bisa kanggo mundhut cakar ayam Monggo kito sengkuyung Mugi- mugi enggal dados Mushola “ AN NUR “ SD KARANGANYAR 1 Amin ….
  • Get Your Own Real Time Visitor Map!

Blog Stats

  • 80,309 hits

KALENDER

Desember 2014
S S R K J S M
« Mei    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

ARSIP

KATEGORI

Klik tertinggi

  • Tidak ada
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.